Selasa, 10 November 2015

Perfect Scenario

Review Perfect Scenario

 

 Alhamdulillah, ini kali pertama aku dapetin buku gratis setelah mengikuti beberapa Giveaway akhirnya ada yang nyantol juga ,he...aku dapetin buku Perfect Scenario lewat giveaway yang diadakan oleh mbak luckty and Kezia Evi Wiadji.Terima kasih ya mbak ...

Dan alhamdulillah aku berhasil mereview buku ini. Semoga suka ya :)

“Apakah benar perasaan ini bisa disebut Cinta?” (hlm.192)

Finda yang menganggapnya sebagai musuh bebuyutannya begitu pun dengan sebaliknya. Tiba-tiba Farel mengajaknya jadian dan juga memaksa untuk pacaran. Hanya karena ia tak ingin papanya menikah dengan mamanya Finda. Finda yang sesungguhnya memendam perasaannya ke Niko.

“Mulai detik ini, lo pacar gue. Dan selama itu, lo nggak boleh jalan dengan cowok lain!”
“Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu!”
“Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenarnya nggak mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau nggak mau, kita harus!” (hlm. 16-17)
 “Papa gue dan mama lo sebentar lagi menikah.”
“Hah?”
“Itu, maksud gue, kenapa kita harus pacaran.”
“Bohong!”
“Oh, ternyata mama lo belum ngasih kabar ya” (hlm. 17)

Apa yang dialami Farel juga pernah saya alami ,memang tidak mudah menerima kehadiran orang baru dalam hidup kita. Segala cara mereka pun  lakukan untuk menggagalkan rencana pernikahan orangtua mereka.

Persahabatan antara farel dan finda yang uniq seperti Tom and Jery namun siapa yang tak menyangka  semuanya itu akan berujung saling suka.

“Kamu yakin nggak ada perasaan apa-apa ke dia? (hlm.192)

 Ya ,sepulang Liburan bersama di Lembang keduanya banyak mengalami perubahan.terutama dengan sikap Farel yang tanpa disadarinya mulai menyukai Finda begitupun dengan Finda. Mungkin ini yang disebut “Witing tresno jalaran soko kulino” kalaupun mungkin pada awalnya cinta itu belum tumbuh, tetapi karena sering bertemu dan bersama-sama akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.

“Ya ampun, aku dalam masalah besar” (hlm.199)

Disini aku suka dengan keputusan Niko , he...mungkin keputusan yang niko buat seperti keputusan yang pernah saya lakukan dua tahun yang lalu. Demi memberikan jalan kemudahan teman kecilku untuk menemukan kebahagiannya yang lebih. Aku pun memilih melepaskannya .Bodoh banget ya aku,jadi curhat lagi nih :D :D

“Gue lebih memilih mundur teratur. Gue nggak mau kalau kita benar-benar jalan kita nggak bahagia , lo akan benci gue.”(hlm.270)

Asyik banget ceritanya, mbak Kezia Evi Wiadji berhasil membuat pembacanya masuk dalam isi ceritnya mengalir dibaca berulang-ulang pun gak terasa berat bahasanya ringan dan gak membosannkan karena kisah Farel dan Finda ini khas remaja banget.


Keterangan Buku
Judul                : Perfect Scenario
Penulis             : Kezia Evi Wiadji
Cover              : Orkha Creative
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit               : 2015
Tebal                : 280 hlm.
ISBN               : 978-602-03-2088-5